Showing 2 Result(s)
How To's & Tips, Question

Cairin Dollar USD Kurs Bagusan Paypal vs Payoneer ? BCA VS CIMB VC OCBC tahun 2020

Bagi yang freelancer juga pasti sudah tak asing dengan Paypal dan Payoneer. Bingung juga pasti di awal awal untuk memilih akun mana yang lebih bagus digunakan? Berikut saya kumpulkan informasi secara manual tiap hari perbedaan kursnya..

Saya melakukan pencatatan secara manual kurs TT dari 3 bank tersebut. BCA vs CIMB NIAGA vs OCBC

Kurs yang saya catat adalah kurs beli dari sisi bank. Sehingga kurs ini berlaku jika anda ingin mencairkan dollar USD anda ke IDR Rupiah. Sebagai tambahan saya juga mencatat kurs e-rate BCA.

Kurs TT counter ini berlaku jika anda memiliki tabungan mata uang asing USD di bank bank tersebut dan ingin mencairkannya ke rekening rupiah. Sama halnya dengan e-rate tapi e-rate BCA berlakunya jika anda melakukannya di internet banking secara mandiri dan bukan di kantor cabang bank.

Dari data yang saya kumpulkan jelas terlihat jika Payoneer memiliki kurs withdraw yang lebih bagus dibanding Paypal. Untuk proses pencairannya pun sama kurang lebih 3-5 hari kerja.

Lalu, apakah ada perbedaan lainnya? Ya, untuk transfer ke sesama Payoneer minimal $50. Lalu untuk melakukan request pembayaran ke akun Payoneer lainnya dengan membuat invoice, anda minimal sudah pernah ada transaksi masuk terima sebesar 5000 USD (paling dari website freelancer/profit marketplace yang terhubung). Jika belum mencapai $5000, maka tidak bisa.
Kalian juga mesti isi form untuk detail jenis bisnis dan upload KTP.

*Kalau pakai nomor rekening yang ada di Payoneer banyak ketentuannya dan hanya bisa di bank local US saja pengirimnya.

Sedangkan di Paypal anda bisa dengan bebas langsung membuat akun dan membat request untuk pembayaran ke akun Paypal lainnya hanya dengan alamat email. TAPI TAPI baca lebih baik persayaratannya. Karena yang sudah terjadi dengan saya adalah saya malas membaca.

Jadi saya membuat invoice request pembayaran untuk dibayar orang, eh saya dapat potongan yang sangat besar sekali (Receiving an International Payment) sebesar 4,4% + fixed rate $0,3 dari Paypal-nya karena saya pilih opsi untuk create inv pembayaran barang.

Untuk menghindari hal ini sebenernya anda bisa mengakalinya dengan meminta tolong client anda untuk mengirim uang tersebut dengan opsi kirim untuk teman, sehingga tidak dikenakan biaya sebesar ini. JANGAN anda yang creating an invoice. Semoga clientnya bisa mengerti hahaha.’

Bagi yang punya pengalaman serupa bisa coba share di kolom komentar ya, supaya bisa sama sama sharing mengenai hal ini. Terima kasihhhh dan semoga bermanfaat 😀

Semoga bermanfaat 🙂

How To's & Tips, Question

Apakah Domain my.id Bisa Apply Pasang Adsense?

Setelah kesana kemari mencari jawaban untuk pertanyaan ini akhirnya saya menemukan jawabannya….

Awalnya saya sangat tertarik untuk menggunakan my.id karena murah dan my.id sudah termasuk domain sendiri. Jadi ya, jawaban untuk pertanyaan anda adalah… Bisa boss 😀 dan sudah ada yang bisa memang

Anda bisa mendaftarkan awal website dengan domain my.id anda ke google adsense tapi…. ada tapinya…

Pertanyaan saya terjawab lengkap saat saya bertanya ke salah satu jasa penyedia hosting dan website berikut jika my.id bisa apply dan pasang adsense. Namun iklan yang ditampilkan hanyalah iklan lokal.

Lalu saya coba gali gali lagi dan lihat website yang pakai domain my.id yang sudah ada adsense nya, tapi masih ada terpasang iklan dari luar. Jadi masih tanda tanya sebenarnya mengenai adsense ini, apakah yang masuk ke penghasilan hanya dari klik orang Indo? Atau iklan Indo aja yang muncul? Buktinya tidak toh..

Akan saya update postingan ini di kemudian hari….

Saya memutuskan untuk menggunakan domain dot com karena saya ada rencana untuk menulis beberapa dalam bahasa Inggris jadi sayangkan kalau ternyata iklan luar gak masuk. Jadi saya main aman XD

Kalau ada pengalaman kalian menggunakan domain my.id bisa saling share di comment ya 😉

Sekiaannnnn sampai jumpa di postingan selanjutnyaaa…

%d bloggers like this: